Insan
Hai insan?... kau tahu bukan kalau aku ini sama sepertimu, yang sering mengalami kelupaan dan kesalahan. Aku pun sering mengalami keduanya secara bersama. Kalau dibilang aku insaf, bisa jadi. Tetapi, dua permasalahan itu selalu hadir saja 'lupa dan salah'. Ketika aku sudah berhati-hati. Untuk tidak lupa maupun bertindak salah. Eh, ternyata aku masih saja mengalami ke keduanya saja. Kadang lupa, kadang salah.
Hai insan?... aku sama dengan mu. Aku bisa tersenyum, gembira, bahagia, juga ceria. Ya kala waktu saja, aku juga sedih, menderita, menangis, dan marah. 'Mereka' itu seperti pasukanku saja. Disaat mengalami situasi tertentu, salah satu dari mereka pasti menghampiri sejenak, bisa betah juga. Kau tahu bukan, kalau aku dengan 'mereka' sudah sangat akrab. Tergantung apa situasinya dan siapa yang bakal muncul.
Hai insan?... tidakkah kita saling mengerti bukan?. Bila di antara kita ini saling memahami, kalau kita sama. Tapi, mengapa? Kadang kau seperti dewa yang ingin disembah?. Jujur aku tak mengerti apa keinginanmu. Jika yang diinginkan kedirian yang kuat. Lalu kau bisa memobilisasi diri-diri yang lain. Aku pun bisa. Cuman apa guna hal tersebut. aku tak ingin dijunjung, apalagi disembah. Masih ada yang lain, yang pantas untuk puja-puja itu.
Hai insan?... jika ada yang aku puja antar sesama kita. Itu hanya sebatas ungkap kagum. Tak lebih. Kau tahu bukan? Kalau diantara golongan kita, ada yang pernah mengalami proses lebih kejam. 'Mereka' itu insan-insan yang peduli. Menurutku. 'Mereka' pun tak memikirkan dirinya sendiri. Iya pun dipikirkan sebatas hubungan kepada yang lain. Beda dengan aku, yang masih tak mampu tuk memikirkan diri ini. Padahal banyak bukan, di luar sana. Seperti kita, yang keadaannya memperlukan pendidikan yang sepadan.
Hai insan?... aku sungguh tak habis pikir. Ada di antara kita yang tega meniduri kedirian yang lain. Sebenarnya ini sudah lama. Di antara kita yang merasa kuat-kuat itu. 'Mereka' seperti dewa saja, yang bisa berbuat apa saja dan dengan cara mana saja. Insan!... aku muak dengan semua ini. 'Mereka' terlalu lama seperti itu. Aku dan kau pasti tahu, 'mereka' itu sadar. Akan segala yang menidurkan.
Hai insan?... ini yang lain. Tentang kedirian sesuatu selain kita. Ada dalam: ia yang bertugas menghijuakan tempat ini ada juga ia yang bertugas merawat tempat ini. Tumbuhan dan hewan. Alam merestui mereka. Tidak seperti kita, yang keseringan plin-plan, pun meresa lebih dengan kedirian yang lain. Kita terlalu sering memanfaatkannya. Marilah!!!... berdamai saja dengan mereka. Menjalin hubungan baik dan saling melengkapi satu sama lain. Kita ini sebenarnya hanya kurang menyapa dengan mereka. Jangan terlalu idealis lah. Kita itu belum sempurna.
![]() |
| Pict From pixabay |
30 desember 2019
Tulungagung
